Posted by putu
|
di
07.33
|
Informasi terbaru Hasil quikcount Pilkada Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul hasil penghitungan cepat pemilukada Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul,pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul
Selengkapnya Hasil quikcount Pilkada Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul
Tinggalkan komentar anda tentang
Hasil quikcount Pilkada Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul
Posted by putu
|
di
21.08
|
Informasi terbaru 6 Museum terUnik di Dunia
museum sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah dan artefak yang bernilai tinggi. Namun, ada beberapa museum juga yang mengoleksi benda-benda yang tak umum, unik, dan aneh.
1. Museum Shinyokohama Raumen, Yokohama, Jepang
Mie raumen atau ramen telah menjadi makanan pokok di Jepang. Versi instan mi ramen diperkenalkan pada tahun 1958. Sejak saat itu, popularitasnya meledak dan kini memiliki 200 ribu restoran ramen.
ika Anda penggemar mi ramen, silakan berkunjung ke Jepang. Di negeri sakura itu, akan menyaksikan berbagai macam variasi hidangan mi ramen. Museum berlantai tiga ini dibuka Senin hingga Jumat pada pukul 11.00 sampai dengan 23.00 waktu setempat. Dan juga hari Sabtu hingga Minggu pukul 10.30 sampai 23.00. Tiket masuknya sekitar 3 dolar Amerika Serikat atau Rp27 ribu untuk dewasa dan 1 dolar Amerika serikat untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun.
2. Museum Toliet, New Delhi, India
Apakah Anda tahu artefak toilet dari tahun 2500 sebelum masehi? Jika belum, berkunjunglah ke museum Toilet di New Delhi, India. Museum ini dicetuskan Dr Bindershwar Pathak.
Ada berbagai peninggalan primitif dari evolusi toilet di seluruh dunia. Satu di antaranya replika kloset milik Raja Louis XVIII dari Perancis. Museum buka pada Senin hingga Sabtu pada pukul 10.00 sampai 17.00 waktu setempat. Anda berminat? Silakan berkunjung tanpa biaya masuk.
3. Museum of Bad Art, Dedham, Massachusets
Karya-karya seni berupa lukisan yang ada di setiap museum identik dengan keindahan. Tapi bagaimana bila yang dipajang di museum ialah karya yang gagal atau buruk. Ketika Anda berkunjung ke museum ini, banyak lusinan karya lukis yang gagal.
Hampir 400 buah lukisan yang dikoleksi di museum ini. Jika Anda ingin penasaran, silakan berkunjung ke Massachusets, Amerika Serikat.
4. Museum Sewer, Paris
Paris mengembangkan sistem pembuangan pertamanya sekitar tahun 1200 Masehi. Saat itu, Raja Philippe Auguste menyatakan bahwa semua jalan harus diaspal dengan saluran di sepanjang bagian tengah untuk limbah. Kini, beberapa bagian dari sistem pembuangan sepanjang 1.300 mil ini terorganisir dengan baik dan Anda dapat berjalan kaki untuk menjelajahi terowongannya.
Museum Sewer buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 17.00 waktu setempat, kecuali Kamis dan Jumat. Tiket masuknya sekitar 5 dolar Amerika Serikat atau Rp46 ribu.
5. Museum Rambut Leila, Missouri, Amerika Serikat
Museum rambut Leila mempunyai banyak koleksi hiasan rambur dari tahun 1800-an. Museum Leila memiliki 159 rangkaian bunga dan lebih dari 2.000 buah perhiasan dengan rambut menghiasi di dalamnya. Mantan penata rambut Leila Cohoon-lah yang mulai mencetuskan museum ini.
Cohoon menghabiskan separuh hidupnya bekerja dengan rambut. Ia menemukan gairah ketika membeli berbagai hiasan rambut di sebuah toko antik. Cohoon mulai mengumpulkan seni rambut pada tahun 1949 sebagai hobi. Ia kemudian membuka museum rambut pada tahun 1990 di Missouri, Amerika Serikat.
Museum Leila buka dari Selasa hingga Sabtu mulai pukul 09.00 sampai 17.00 waktu setempat. Harga tiket untuk dewasa 5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp46 ribu dan anak-anak di bawah usia 12 tahun sebesar 2,5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp. 23 ribu.
6. Museum of Torture, Amsterdam, Belanda
Torture artinya penyiksaan. Museum of Tourture di Amsterdam, Belanda, ini menunjukkan instrumen penyiksaan. Selain itu, museum juga menyediakan tutorial tentang sejarah penyiksaan dan penggunaannya dalam masyarakat.
Di museum ini, Anda akan diingatkan kembali ke masa beratus tahun silam. Anda seolah kembali pada metode ekstrim yang menimbulkan rasa sakit atau kematian bagi pelanggar hukum. Dengan pencahayaan redup, alat-alat penyiksaan itu akan membuat bulu kuduk Anda berdiri. Satu di antaranya alat pemenggal kepala yang terkenal, Guillotine.
Museum Torture buka setiap hari mulai pukul 10.00-23.00 waktu setempat dengan harga tiket 7 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp64 ribu untuk dewasa dan 3,5 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp32 ribu untuk anak-anak. http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/05/17/18027/Berkunjung-ke-Museum-Unik-di-Dunia
Tinggalkan komentar anda tentang
6 Museum terUnik di Dunia
Posted by putu
|
di
11.43
|
Informasi terbaru Mengenal Suku Kayan Lahwi atau Padaung dengan Perempuan Berleher Jerapah Di belahan bumi manapun, perempuan suka tidak suka sering dilihat dan dinilai hanya dari segi fisiknya, semakin cantik atau menarik seorang wanita, kans untuk mendapatkan pasangan akan semakin terbuka lebar, bahkan kalau bisa mendapatkan pasangan yang bisa mengangkat derajad perempuan tersebut. Setidaknya pomeo ini berlaku sampai saat ini, dimanapun. Menyedihkan sekaligus memprihatinkan. Terkesan tidak adil memang, tapi inilah faktanya. Oleh karena itulah, berbagai cara dilakukan untuk menjadi cantik secara fisik.
Dan ini sama, berlaku di manapun di dunia ini selama masih ada makhluk perempuan. Seringkali para perempuan melakukan apa saja demi memperoleh status cantik di mata lelaki. (Baca : menurut standard kaum lelaki). Bahkan tidak jarang sampai menyakiti diri sendiri. Tentu saja standard cantik di berbagai daerah dan negara berbeda-beda. Beauty is the eye's of beholder.
Yang dianggap cantik di negara tertentu, mungkin saja dianggap mengerikan bagi negara lain. Salah satunya adalah standard cantik yang dianggap 'tidak wajar' wanita di Kayan atau Karen, sebuah daerah terpencil dengan beberapa suku minoritas yang tinggal di perbatasan Burma dan Thailand, khususnya suku Padaung atau Pa Dong.
A PADAUNG DANCE. Source National Geographic; march 1922.
Para perempuan Kayan yang terdiri dari beberapa suku, untuk mengidentifikasi ciri khas di antara suku yaitu dapat dibedakan dari jenis pakaian adat yang dikenakan. Berbeda suku berbeda bahasa, adat dan ciri khas berpakaian. Adalah Suku Kayan Lahwi atau Padaung yang dikenal dengan ciri khasnya yaitu pemakaian neck ring atau kerangkeng leher. Leher yang dililit kalung berbentuk spiral yang dibuat dari tembaga berwarna kuning. Selain sebagai asesori juga sebagai lambang kecantikan wanita suku tersebut. Di sebuah pedesaan dalam salah satu film dokumenter National Geographic digambarkan, sebagai desa perempuan berleher jerapah, semua perempuan penduduk desa tersebut mulai dari kanak-kanak sampai nenek-nenek berusia lanjut mempunyai ciri khas, lilitan di lehernya.
PADAUNG COLD-WEATHER COSTUME . Source National Geographic; march 1922.
Pemakaian kalung istimewa ini dimulai ketika seorang anak berusia sekitar lima tahun. Yang biasanya pada anak seumur itu, hanya berupa dua lilitan. Setiap dua atau tiga tahun, kalung yang lebih merupakan sebagai kerangkeng yang mencengkeram leher, ditambah lilitannyaa misalnya dari dua menjadi empat atau lima lilitan. Demikian seterusnya, makin tua usia makin banyak lilitan di lehernya. Makin panjang pula lehernya. Dan karena beban kalung semakin berat seiring dengan bertambahnya umur, membuat tulang leher akan terus turun melesek dan menekan tulang punggung sehingga kedua pundak nampak tidak balance melorot. Dan leher kian panjang lurus bak leher jerapah.
TWO KÃKAWNGDU WOMEN MAKING PURCHASES IN THE KAWNG-I BAZAAR: BURMA .Source National Geographic; march 1922.
Ironisnya, bertolak dari anggapan umum selama ini yang menganggap perempuan dengan kerangkeng leher akan dapat memperpanjang leher seorang perempuan, sejatinya adalah merupakan ilusi atau kesan yang ditimbulkan akibat leher yang secara paksa ditarik yang diakibatkan dengan rusaknya clavicle. Leher seakan nampak melar panjang secara paksa. Dari hasil X-ray diketahui bahwa tulang penyangga leher dan sekitar mengalami perubahan bentuk, dan mengakibatkan tulang dan otot leher sangat lemah, apabila pemakain kerangkeng leher ini selama puluhan tahun dan dilepas, akan sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian. Leher rentan sekali dan mudah patah.
Banyak alasan seputar pemakaian kerangkeng leher ini, ada yang percaya bahwa dulu, perempuan dipaksa dikerangkeng lehernya untuk memberi kesan kurang menarik bagi orang dari luar suku mereka, yang pada jaman tersebut, wanita yang dianggap cantik menarik akan dirampas secara paksa oleh suku lain dan selanjutnya dijadikan sebagai budak. Namun ada pendapat lain yang mengemukakan alasan sebenarnya bahwa pemasangan kerangkeng ini justru untuk membuat perempuan jauh lebih menarik dan nampak cantik dengan leher yang jenjang khas perempuan dan menciptakan sexual dimorphism, daya tarik seksual yang kuat bagi kaum lelaki. Pendapat kedua inilah yang lebih banyak diyakini.
Selain itu juga adanya pendapat bahwa lilitan kalung tembaga atau kerangkeng tembaga ini untuk membuat perempuan seperti naga yang artinya kuat sekaligus indah. Naga, adalah merupakan binatang suci suku Kayan. Seperti yang diuangkap di bagian prolog, secara literal, kerangkeng leher untuk mencegah gigitan harimau, sebenarnya kepercayaan itu lebih dipercaya sebagai makna simbolis belaka.
Para perempuan Kayan, kenyataannya paham sekali makna dibalik pemakaian kerangkeng leher, apapun alasannya mereka tidak keberatan karena sudah merupakan tradisi turun temurun. Walau mereka lebih bangga jika dikatakan bahwa kerangkeng leher ini sebagai lambang identitas khas budaya Kayan. Pemakaian kerangkeng ini tentu saja dalam prakteknya tidak akan membuat perempuan merasa tercekik, dan susah bernafas dan akan mengganggu aktifitas sehari-harinya. Yang ada bukannya mereka merasa terganggu namun mereka nampak wajar seperti perempuan normal lainnya. Mereka melakukan pekerjaan sehari-hari dari memasak sampai menenun tanpa hambatan.
Yang benar adalah, pemakaian kerangkeng selama bertahun-tahun akan melemahkan otot-otot leher dan membuat leher sangat beresiko untuk patah. Beberapa perempuan Kayan yang tinggal di kawasan pengungsi di Thailand, melepaskan kerangkeng dengan alasan medis, namun ada juga banyak dari mereka yang bersikeukeh memakai kerangkeng leher karena selain pelepasan kerangkeng bisa membahayakan mereka juga mereka para perempuan ini sudah menganggap lilitan tembaga di lehernya adalah bagian dari tubuhnya. Hal ini dilakukan oleh mereka yang sudah memakai kerangkeng leher puluhan tahun.
A GROUP OF PADAUNGS COME TO MARKET ARRAYED IN ALL THEIR FINERY.Source National Geographic; march 1922.
Tahun 2006 banyak generasi muda yang belum begitu lama memakai kalung terutama yang tinggal di kawasan Mae Hong Son memilih untuk melepaskan kerangkeng leher demi memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studi. Ya, kesadaran pentingnya ilmu pengetahuan telah mulai merambah generasi muda wanita Kayan. Selain alasan studi, mereka memilih melepas kerangkeng leher juga sebagai bentuk protes terhadap eksploitasi budaya. Demikian juga para pengungsi yang tinggal di kawasan pengusi di Thailand melepaskan kerangkengnya. Walau sebagian mengaku, dengan melepaskan kerangkengnyaa ada rasa ketidak-nyamanan namun setelah tiga tahunan, mereka merasa lebih normal.
Perkembangan jaman telah merubah generasi muda untuk memilih meninggalkan tradsisi meng-kerangkeng leher, hanya di dearah-daerah yang terpencil masih sering dipraktekkan, generasi yang lebih tua tentu tetap mempertahankan tradisi ini. Di Thailand, wanita ber-leher jerapah, dewasa ini menjadi sangat popular di kalangan turis di seluruh dunia. Berbondong-bondong turis dari berbgai manca negara ingin melihat dan menyaksikan secara langsung. Pomosi gencar-gencaran terutama dari para operator turis di Thailand, menjadikan desa-desa terpelosok maupun kawasan pengsungsian menjadi terkenal.
Peluang ini tentu tidak disia-siakan, selain wanita berleher jerapah ini sebagai objek wisata, mereka juga dikaryakan dengan memproduksi hasil kerajinan masyarakat setempat. Walaupun tentu dengan berhasilnya upaya promosi wanita berleher jerapah ini, menimbulkan pro dan kontra. Banyak protes dari berbagai organisasi dunia yang ditujukan kepada pemerintah setempat dan pemerintah Thailand pada umumnya tentang eksploitasi budaya dan menjadikan para wanita tersebut sebai komoditi human zoo. Yang tentu saja dianggap tidak berperikemanusiaan.
Adalah Zember, nama salah seorang gadis Kayan yang namanya popular di berbagai negara, gara-gara gambar yang menampilkan dirinya saat dia masih kanak-kanak dengan senyum polos dan memamerkan leher jerapahnya, sebagai icon ajang promosi wisata yang dipasang di sebuah display di daerah turis di Thailand yang kelak mampu menarik jutaan pengunjung dari seluruh dunia namun juga sekaligus menggoncangkan dunia. Suku Kayan yang semula tidak banyak yang tahu mendadak melejit terkenal di saentaro jagad. Kayan identik dengan wanita eksotik berleher jerapah. Saat ini Zember berusia 23 tahun dan lehernya sudah tidak dikerangkeng lagi. Dia melepaskan kerangkengnya karena dia ingin melanjutkan studi dan juga gara-gara pihak penguasa Mae Hong Son, menolak memberikan dia ijin untuk ber-imigrasi ke New Zealand. Pihak penguasa tidak memberikan ijin karena Zember dianggap mewakili wanita eksotik berleher jerapah yang juga menjadi icon wisata Thailand.
Zember mengakui bahwa memang ada dampak negatif terhadap kepariwisataan karena dewasa ini banyak terjadi ekodus wanita berleher jerapah ke luar negeri. Semakin banyak perempuan yang melepaskan kerangkengnya, lalu siapa lagi yang bisa diharapkan sebagai faktor wisata? Dan rupanya, Inilah yang dikuatirkan oleh pemerintah setempat dengan pelarangan tersebut.
"Dulu ketika saya masih sangat muda, saya bertekad untuk terus memakai kerangkeng leher demi memelihara tradisi, dan melestarikan budaya suku kami, jujur saya sedih harus melepaskan kerangkeng ini namun saat ini saya tinggal di kota, tak ada yang peduli siapa saya, dan tak ada lagi yang memandang saya dengan tatapan aneh. " Demikian antara lain pengakuan Zember.
Masih menurut Zember, di desanya, jika turis ingin menyaksikan perempuan dengan leher jerapah mereka harus membayar, karena perempuan dengan leher jerapah inilah yang merupakan objek wisata dan daya tarik tersendiri yang memang dipromosikan gencar-gencaran. Zember menyadari penuh bahwa, lambat laun perempuan leher jerapah hanya dijadikan sebagai komoditi untuk mengeruk uang demi kepentingan penguasa saja, karena uang yang masuk untuk kesejahteraan desanya sangat kecil dibanding yang jatuh ke pihak pegnguasa. Inilah yang membuat dia tidak happy dan merasa dieksploitasi habis-habisan. Selama ini memang penguasa Thailand yang gencar mempromosikan suku Kayan daripada pemerintah Burma. Dan wanita berleher jerapah jauh lebih popular di Thailand daripada di Burma sendiri.
Ya, tidak dapat dipungkiri bahwa wanita dengan leher jerapah masih merupakan objek wisata andalan yang banyak mendatangkan uang. Seperti diakui oleh salah seorang pemandu wisata yang bernama Wanchai Thiansiri. Sekitar 100 orang Kayan atau di Burma disebut Padaung, melarikan ke perbatasan Thailand akibat perang saudara yang makin intens terjadi di Burma sekitar akhir tahun delapan puluhan.
Masih menurut pengakuan Zember yang sejak berusia lima tahun tinggal di Thailand, wanita berleher jerapah sebagai objek wisata andalan, bahwa jika hendak memotret atau hanya sekedar memandangi mereka, turis harus merogoh kantong sekitar 250 baht. Dari seluruh penghasilan ini, setiap orang dari seluruh penghasilannya, memperoleh sekitar 1500 Baht per bulan. (sumber http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/2/1552/wanita_berleher_jerapah/) Tinggalkan komentar anda tentang
Mengenal Suku Kayan Lahwi atau Padaung dengan Perempuan Berleher Jerapah
Posted by putu
|
di
02.32
|
Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.
Posted by putu
|
di
23.11
|
Informasi terbaru Robot Unik dari Ponsel bisa tertawa dan menangis
Ilmuwan asal Kanada berhasil merakit dua buah robot dari ponsel. Robot ini sangat unik, lucu dan menggemaskan. Sebab, tak hanya pintar menari, robot dari ponsel ini bahkan juga bisa tertawa dan menangis.
Cally dan Callo, demikian nama kedua robot tersebut. Cally memiliki tinggi badan tujuh inci, dia bisa berjalan, menari dan meniru perilaku manusia.
Saudara kembarnya, Callo, berbadan sedikit lebih tinggi yaitu sembilan inci. Wajahnya yang merupakan layar ponsel, bisa menampilkan ekspresi wajah sesuai dengan emosi dalam pesan pendek yang diterimanya.
Misalnya, ketika dia menerima pesan berisi emoticon tersenyum, Callo akan langsung berdiri dengan satu kaki, melambaikan tangannya dan tersenyum. Lucu bukan?
Adalah Ji-Dong Yim, seorang mahasiswa jenius di Simon Fraser University, Vancouver, Kanada, yang merakit Cally dan Callo. Dia menyebutkan, pada dasarnya Cally dan Callo merupakan sistem Avatar sederhana, yang bisa saling berkomunikasi satu sama lain.
"Saat salah satu robot digerakkan, 'saudaranya' akan melakukan gerakan yang sama, begitu juga sebaliknya," kata Yim, seperti dari detikINET, Senin (10/5/2010).
Cally dan Callo yang dirakit dari ponsel Nokia N82 ini, masih punya keistimewaan lainnya. Keduanya dapat mendeteksi wajah manusia menggunakan software OpenCV. Cally bahkan dapat menebak ekspresi wajah si penelepon saat menerima panggilan.
"Konsep yang sama dapat digunakan untuk membuat robot lainnya dapat berkomunikasi dengan manusia dan membangun keintiman dengan mereka," tandas Yim.
Tinggalkan komentar anda tentang
Robot Unik dari Ponsel bisa tertawa dan menangis
Posted by putu
|
di
14.47
|
Informasi terbaru Cara Budidaya Rumput Laut Menggunaka Metode Tali Panjang
Cara Budidaya Rumput Laut Menggunaka Metode Tali Panjang,
Salah satu sumberdaya hayati laut Indonesia yang cukup potensial adalah rumput laut atau dikenal dengan sebutan lain ganggang laut, seaweed atau agar-agar. Salah satu dari jenis rumput laut yang sudah dibudidayakan secara intensif adalah Eucheuma sp di wilayah perairan pantai.
Hasil proses ekstraksi rumput laut banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau sebagai bahan tambahan untuk industri makanan, farmasi, kosmetik, tekstil, kertas, cat dan lain-lain. Selain itu digunakan pula sebagai pupuk hijau dan komponen pakan ternak maupun ikan.
Hasil proses ekstraksi rumput laut banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau sebagai bahan tambahan untuk industri makanan, farmasi, kosmetik, tekstil, kertas, cat dan lain-lain. Selain itu digunakan pula sebagai pupuk hijau dan komponen pakan ternak maupun ikan.
Dengan semakin luasnya pemanfaatan hasil olahan rumput laut dalam berbagai industri, maka semakin meningkat pula kebutuhan akan rumput laut Eucheuma sp. sebagai bahan baku. Selain untuk kebutuhan ekspor, pangsa pasar dalam negeri cukup penting karena selama ini industri pengolahan rumput laut sering mengeluh kekurangan bahan baku. Melihat peluang tersebut, pengembangan komoditas rumput laut memiIiki prospek yang cerah karena memiIiki nilai ekonomis yang penting dalam menunjang pembangunan perikanan baik kaitannya dengan peningkatan ekspor non migas, penyediaan bahan baku industri dalam negeri, peningkatan konsumsi dalam negeri maupun meningkatkan pendapatan petani/nelayan serta memperluas lapangan kerja.
Budidaya rumput laut Eucheuma sp. yang sudah biasa dilakukan oleh petani/nelayan adalah dcngan menggunakan metode rakit apung (floating raft method dan metode lepas dasar (off bottom method), metode ini sangat tepat diterapkan pada areal peraitan antara interdal dan subtidal dimana pada saat ait surut terendah dasar peraltan masili terendam aIr serta lebih banyak memanfaatkan perairan yang relatif dangkal. Oleh karena itu untuk melakukan pengembangan budidaya rumput laut tersebut sangat terbatas apalagi beberapa lokasi perairan pantai di Indonesia pada waktu surut terendah dasar perairannya kering. Dengan demikian perlu adanya metode lain yang bisa memanfaatkan peraitan-perairan yang relatif dalam yang selama ini kurang dimanfaatkan walaupun sebenarnya mempunyai potensi lebih besar apabila dimanfaatkan secara optimal.
Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai teknik budidaya rumput laut Eucheuma sp. di perairan pantai dengan metode tali panjang (Iongline method) yang dapat diterapkan di perairan yang relatif dalam maupun perairan dangkal yang mempunyai keunggulan-keunggulan tertentu dibandingkan dengan metode lain. Metode ini sudah diterapkan dan dimasyarakatkan kepada petani/nelayan rumput laut di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan memberikan hasil yang menggembirakan. Selengkapnya Bisa Didownload Di sini
Tag, Analisa Budidaya rumput Laut, tehnik Mudah budidaya,peluang Bisnis Rumput Laut,makalah Budidaya Rumput Laut, makalah budidaya rumput laut,
Tinggalkan komentar anda tentang
Cara Budidaya Rumput Laut Menggunaka Metode Tali Panjang
Posted by putu
|
di
03.57
|