Mengenal Kehidupan Suku Anak Dalam


Informasi terbaru Mengenal Kehidupan Suku Anak Dalam Mengenal Kehidupan Suku Anak Dalam , Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.

Menurut tradisi lisan suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat, yang lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duapuluh. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo. Tradisi lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung, yang mengungsi ke Jambi. Ini diperkuat kenyataan adat suku Anak Dalam punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal.

Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra). Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.

Kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan, dan proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan (Orang Melayu) yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan.

Masyarakat asli suku Anak Dalam (Orang Rimba) telah mendiami hutan Taman Nasional Bukit Duabelas selama puluhan tahun. Suku Anak Dalam menyebut hutan yang ada di Taman Nasional Bukit Duabelas sebagai daerah pengembaraan; dimana mereka berinteraksi dengan alam, saling memberi, saling memelihara dan saling menghidupi. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, suku Anak Dalam melakukan kegiatan berburu babi, mencari ikan, mencari madu, dan menyadap karet untuk dijual.

Tidak banyak yang diminta oleh suku Anak Dalam. Karena cintanya terhadap alam, hanya satu harapan mereka kepada pemerintah, yakni melindungi hutan tempat tinggal mereka.
Sekitar 1.300 orang rimba masih hidup di tepi-tepi aliran sungai Taman Nasional Bukit Dua Belas. Di hutan tropis seluas 60.500 hektare itu mereka tinggal terpisah-pisah di tiga kabupaten, Batanghari, Sarolangun, dan Tebo

B
utuh waktu empat setengah jam dari Bandara Sultan Thaha Syaifuddin untuk sampai ke Pematang Kabau. Sekitar dua puluh kilometer kondisi jalan rusak parah. Dari Desa Pematang Kabau, harus berjalan hampir 1 km lagi untuk mencapai salah satu komunitas suku Anak Dalam yang dipimpin seorang temenggung (pimpinan suku Anak Dalam) bernama Tarib. Dia pernah mendapat penghargaan Kalpataru dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Orang asing tidak bisa sembarangan masuk ke hutan tempat tinggal orang rimba. Di depan gerbang ada tulisan pada papan, Dilarang Memotret dan Syuting. Aturan itu sangat ketat dan kaku. Terutama mengambil gambar perempuan dan rumah godong (rumah terbuat dari kayu beratap rumbiyak). Pelanggar aturan itu akan dikenai denda kain, mulai 10 lembar hingga 50 lembar, bergantung keputusan depati (pejabat adat yang bertugas menyelesaikan sengketa).

Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf bersama artis Nurul Arifin dan penyanyi Frangky Sahilatua pada Senin, 15 Januari 2007, mengunjungi orang rimba yang berada di wilayah Kabupaten Sarolangun. Tepatnya di Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam. Baru kali itu ada pejabat pusat yang mendatangi suku Kubu. Sebelumnya, pejabat tertinggi yang pernah datang ke sana hanya bupati Sarolangun dan gubernur Jambi.

Banyak aturan lain yang ketat di sana. Pria asing boleh masuk hutan kalau ditemani pria rimba. Setiap masuk harus berteriak terlebih dahulu. Ado jentan kiuna (Ada laki-laki di sana?). Setelah mendapat jawaban, baru bisa masuk. Pria yang mandi dilarang bertelanjang bulat. Harus tetap mengenakan penutup alat vital. Jika melanggar, si pria juga akan didenda membayar sejumlah kain.

Pria dan perempuan suku Anak Dalam juga dilarang berduaan. Jika ketahuan, mereka akan dikawinkan paksa. Tapi, sebelumnya tubuh mereka akan dihujani pukulan rotan sebagai hukuman karena telah mempermalukan orang tua.

Suku Anak Dalam tinggal di sebuah rumah godong. Luasnya sekitar 6 x 4 meter. Rumah itu biasanya didirikan kalau mereka membuka lahan, atau untuk menunggu panen. Dulu mereka hanya menanam ubi-ubian. Kini mereka sudah bisa menanam kelapa sawit.

Rumah godong itu hanya digunakan untuk menyimpan makanan atau peralatan mereka. Untuk tidur, mereka biasa merebahkan badan di atas tanah. Sebagian membuat tenda dari terpal. Untuk mandi, mereka cukup mencelupkan tubuh ke kolam atau sungai. Tentunya tanpa sabun.
Sejarah Suku Anak Dalam
Asal Usul Suku Anak Dalam
Populasi Suku Anak Dalam
Poto Kehidupan Suku Anak Dalam

Tinggalkan komentar anda tentang Mengenal Kehidupan Suku Anak Dalam

Posted by putu | di 10.29 | 0 komentar

Wang Chaoxu Pria China Makan Otak Anak Untuk Sembuhkan Epilepsi


Informasi terbaru Wang Chaoxu Pria China Makan Otak Anak Untuk Sembuhkan Epilepsi Wang Chaoxu Pria China Makan Otak Anak Untuk Sembuhkan Epilepsi, Gara-gara menurut sebuah mitos kuno yang disarankan oleh istrinya, seorang pria penderita epilepsi tega membunuh seorang anak laki-laki yang masih berusia 11 tahun dengan tujuan otak sang korban akan dimakan agar penyakit epilepsi yang dideritanya bisa sembuh.

Wang Chaoxu dari desa Qixian propinsi Yunnan barat daya Cina melakukan hal konyol tersebut pada seorang anak yang bernama Li Xuetang. Hal tersebut diketahui setelah ditemukan sosok mayat anak yang dikuburkan 3 ml dari desa tempat mereka tinggal.

Semula mereka tidak mengetahui mayat siapa yang ditemukan tersebut. Namun akhirnya seseorang dar desa tetangga Zhang Huansheng melihat pria menjerat seorang bocah dileher.

Saat ditemukan kondisi tubuh Tang-Tang panggilan akrab dari Li Xuetang sangat mengenaskan, beberapa organ tubuhnya hancur dengan penuh lumuran darah, yang lebih mengerikan adaalah batok kepalanya yang terkupas dan otaknya hilang. Sungguh sadis apa yang telah dibuat oleh pembunuh ini cerita Harian Guangzhou Daily .

Sebelumnya juga telah terjadi kasus sama menimpa seorang anak perempuan di wilayah yang sama yaitu otak tempurung pecah dan isinya hilang. Zhang Yuanhong ibu sang anak Tang-Tang sangat sedih dan tidak bisa menerima kenyataan yang menimpa anak tercintanya ini.

Setelah disidak di kantor polisi setempat akhirnya Wang Chaoxu mengakui semua perbuatannya, dirinya percaya dengan memakan otak anak dibarengi dengan makan cacing tanah serta semut maka penyakit epilepsi yanh dideritanya sejak kecil dapat sembuh total. Selama ini dirinya merasa sangat tersiksa dengan penyakit yang diidapnya

Tinggalkan komentar anda tentang Wang Chaoxu Pria China Makan Otak Anak Untuk Sembuhkan Epilepsi

Posted by putu | di 22.38 | 0 komentar

Sejarah dan Keistimewaan Gua Selomangleng


Informasi terbaru Sejarah dan Keistimewaan Gua Selomangleng Sejarah dan Keistimewaan Gua Selomangleng, Sejarah dan Keistimewaan Gua Selomangleng, Gua Selomangleng merupakan objek wisata populer di Kotamadya Kediri yang berada di utara kota dan dilengkapi akses jalan raya yang mulus, tersedia angkutan kota dan dekat dengan universitas serta SMA Negeri di Kota Kediri.

Dinamakan Selomangleng dikarenakan lokasinya yang berada di lereng bukit (Jawa=>Selo=Batu, Mangleng=Miring), kira-kira 40 meter dari tanah terendah di kawasan. Gua ini terbentuk dari batu andesit hitam yang berukuran cukup besar, sehingga nampak cukup menyolok dari kejauhan.

Keistimewaan Gua Selomangleng


Sepintas tidak ada yang istimewa di gua batu ini, keunikan baru terlihat begitu mendekati pintu gua. Beberapa meter dibawah mulut gua terdapat beberapa bongkahan batu yang berserakan. Sebagian diantaranya terdapat pahatan, menandakan bahwa tempat ini sudah pernah disentuh manusia. Berbagai corak relief menghiasai dinding luar gua, diantaranya ada yang berbentuk manusia.

Melongok ke dalam gua, suasana gelap gulita dan aroma dupa yang cukup menyengat datang menyambut pengunjung. Tidak heran bila ada beberapa pengunjung yang takut atau berfikir panjang sebelum memutuskan untuk memasukinya. Kesan mistis terasa kental sekali saat berada di dalamnya. Beberapa pengunjung nampak buru-buru keluar setelah tidak lama memasuki ruang karena, dikarenakan tidak kuat dengan aroma dupa yang menyengat.

Gua yang terbuat dari batuan andesit ini menjadikannya kedap air. Tidak ada stalagtit maupun stalagmit yang umum dijumpai pada gua-gua alam. Terdapat tiga ruangan dalam gua, dari pintu masuk kita akan tiba di ruangan utama yang tidak begitu lebar dengan sebuah pintu kecil di sisi kiri dan kanan untuk menuju ruangan lain dari dalam gua.

Di dalam gua ini banyak sekali dijumpai relief yang menghiasi dinding gua. Diperlukan penerangan tambahan untuk bisa melihatnya dengan jelas. Saya sendiri menggunakan sinar lampu dari telepon genggam yang kebetulan bisa difungsikan sebagai lampu penerangan (senter). Pada dasar lantai banyak sekali ditemukan bunga-bunga sesajen berwarna merah dan kuning yang masih segar. Suatu pertanda bahwa tempat ini cukup sering digunakan untuk mengasingkan diri, bertapa atau tirakat bagi kalangan masyarakat tertentu.

Memasuki ruangan sebelah kiri dari pintu masuk gua, pengunjung mesti sedikit merangkak dikarenakan ukuran pintunya yang cukup kecil. Ketika mencoba memasuki ruangan tersebut, praktis cahaya yang ada semakin minim dikarenakan tidak adanya penerangan pada ruang tersebut. Ditambah ruangannya yang kecil dengan atap yang rendah sehingga kesan sempit dan sumpek mendominasi suasana dalam ruangan tersebut. Sulit kali untuk melihat apa saja yang ada di dalam ruangan tersebut. Ketika mencoba menelusuri dinding gua dengan penerangan dari telpon genggam, barulah terlihat bahwa bagian dalam gua tersebut juga memiliki relief-relief yang senada dengan bagian luar gua.

Berbeda dengan ruang sebelah kiri gua, pada sisi kanan gua, terdapat relief pada bagain atas dari pintu masuk. Mirip dengan relief yang sering menghiasi bagian atas dari pintu masuk candi. Ruangan ini sedikit lebih lebar dari sisi kiri. Pada dinding gua, terdapat bagian yang menonjol dengan cerukan kecil dibagian bawahnya, membentuk tungku. Sebatang dupa yang masih menyala nampak berada didalam tungku tersebut, menebarkan aroma menyengat yang memenuhi seluruh ruangan. Relief-relief yang ada masih bisa terlihat cukup jelas untuk dinikmati.

Sejarah Gua Selomangleng

Dari cerita yang beredar, Gua Selomangleng dulu pernah digunakan oleh Dewi Kilisuci sebagai tempat pertapaan. Dewi Kilisuci adalah putri mahkota Raja Erlangga yang menolak menerima tahta kerajaan yang diwariskan kepadanya, dan lebih memilih menjauhkan diri dari kehidupan dunia dengan cara melakukan tapabrata di Gua Selomangleng.

Terlepas dari gelap dan pengapnya suasana dalam gua, objek wisata Gua Selomangleng patut dikunjungi saat anda berada di Kediri. Tak jauh dari lokasi gua ini juga terdapat museum Airlangga yang merupakan museum purbakala yang bisa dikunjungi dan banyak sekali menyimpan benda-benda arkeologi berupa patung/arca. Dan sekarang, Goa Selomangleng diberi fasilitas lain seperti kolam renang dengan aneka wahananya dan juga arena bermain anak.

Selain mengunjungi goa pengunjung juga dapat "sedikit" olahraga dengan naik ke Gunung Maskumambang yang hijau dan asri serta banyak terdapat ayam hutan yang berada di samping Museum Airlangga. Untuk naik gunung, pengunjung tidak berlu bersusah - susah karena telah dibangun tangga untuk naik ke atas.

Atau pengunjung yang ingin mencoba tantangan dapat naik ke atas Gunung Klothok yang dipuncaknya terdapat sumber mata air yang bernama 'Elo'. Selain berwisata sejarah, pengunjung dapat berwisata outbound, jadi badan bisa sehat dan wawasan akan sejarahpun bertambah.

Tinggalkan komentar anda tentang Sejarah dan Keistimewaan Gua Selomangleng

Posted by putu | di 10.57 | 0 komentar

Mutiara Dalam Kotak Berkembang Jadi 47 Butir


Informasi terbaru Mutiara Dalam Kotak Berkembang Jadi 47 Butir Mutiara Dalam Kotak Berkembang Jadi 47 Butir, Mutiara milik seorang warga Kota Solo, Jawa Tengah, Roro Etty Rochmawati, mungkin aneh. Mutiara ini berkembang biak di dalam kotak perhiasan, padahal umumnya mutiara berkembang biak dalam cangkangnya.

"Mutiara biasanya hidup dalam cangkang dan jika sudah dikeluarkan dari cangkang, maka mutiara itu merupakan benda mati. Tapi, mutiara milik saya yang semula dua butir kini menjadi 47 butir," kata Etty di Solo, Kamis (18/3/2010).

Dia dan keluarganya merasakan keanehan pada sepasang mutiara peninggalan neneknya sejak 1980-an itu karena bisa berkembang biak di dalam kotak perhiasan. Kemungkinan, katanya, kejadian atas benda perhiasannya itu sebagai tanda berkah dari Tuhan untuk keluarganya. Ia bersama suaminya, Bambang Wahyu Hartanto, tinggal di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Saat duduk di kelas IV SD di Bali sekitar 1980-an, dia mengaku menerima hadiah sepasang mutiara itu dari ibunya, Minati. Minati menerima warisan itu dari ibunya (nenek Etty), Aminah. Adapun Aminah menerima mutiara itu dari orang Jepang pada zaman penjajahan Jepang di Indonesia.

Ia mengaku menyimpan mutiara itu di sebuah kotak perhiasan hingga dirinya berkeluarga. Namun, katanya, sejak beberapa waktu lalu di mutiara itu tampak muncul benjolan berukuran relatif kecil. Lama-lama, benjolan itu melepaskan diri menjadi butiran mutiara berukuran relatif kecil.

"Induknya terlihat berlubang setelah melepas benjolan itu. Tapi lama-lama lubang itu pulih dan mutiara induk berbentuk bundar seperti semula," katanya.

Bambang juga mengaku merasa heran dengan mutiara itu karena mutiara yang keluar dari cangkang seharusnya menjadi benda mati. Namun, mutiara itu menurutnya kelihatan hidup dan berkembang biak hingga 47 butir dengan cara memisahkan diri dari induknya sejak sekitar lima tahun terakhir.

Ia mengatakan, anak mutiara yang telah memisahkan diri dari induknya kemudian tumbuh menjadi besar dan berkembang biak sendiri. "Begitu seterusnya siklus perkembangannya," katanya.

Menurutnya, mutiara itu berubah warna dari keperakan menjadi merah jambu dan berkilau warna keperakan jika dimasukkan ke dalam air laut. Jika kotak mutiara diberi kacang hijau, maka beberapa waktu kemudian di biji kacang itu terlihat lubang seperti bekas gigitan.

Ia mengaku merawat secara baik mutiara dengan diameter 5-6 milimeter itu. Setiap dua bulan sekali, kotak itu diberi biji kacang hijau, kemudian selama dua minggu sekali direndam di air laut.

"Jika selesai direndam, warnanya silver pink seperti warna sinar bulan purnama," katanya. Beberapa waktu lalu, keanehan mutiara itu pernah ditanyakan kepada seorang ahli di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia tidak menyebutkan nama ahli tersebut.

Ahli ini belum bisa menerangkan keanehan yang terjadi pada mutiara tersebut karena biasanya mutiara yang sudah keluar dari cangkang menjadi benda mati.

Tinggalkan komentar anda tentang Mutiara Dalam Kotak Berkembang Jadi 47 Butir

Posted by putu | di 23.09 | 0 komentar

Cara Budidaya Ayam Serama


Informasi terbaru Cara Budidaya Ayam Serama Cara Budidaya Ayam Serama, Ayam serama dipublikasikan pada tahun 1990 melalui kontes pertama yang diselenggarakan di Perlis. Dalam perlombaan Wee Yean Een tampil sebagai salah satu juri. Selain di Malaysia kontes ayam serama juga banyak digelar di Thailand. Di Indonesia Serama mulai dipertandingkan pada tahun 2004 di Ancol, Jakarta. Penggemar ayam serama berkumpul dalam sebuah wadah bernaman Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI).

Cara merawat serama tidak sulit dan tak berbelit-belit. Kebutuhan hidupnya sama seperti ayam buras. Menurut pengakuan Ir. Rudiasfie Sjofinal peternak ayam serama di Jakarta ayam cebol ini memang sedikit sukar dikembang-biakkan. Ukuran kakinya pendek menyebabkan pejantan sulit melakukan penetrasi ketika hendak kawin. Akibatnya, proses percintaan menjadi tidak mesra dan sering tidak tepat mengenai sasaran.

Rudi sering membantu ayam pejantan nangkring di atas ayam betina. Teknik pengawinan ini dilakukan dengan cara memegang ayam betina lalu menyodorkanya ke depan pejantan. Syaratnya, kedua mempelai harus benar-benar sudah siap kawin. Induk betina siap dipinang pada berusia 5 â€" 6 bulan. Serama betina seperti itu biasanya berperilaku jongkok jika dipegang punggungnya. Sedangkan usia subur pejantan berkisar pada umur 4 hingga 5 bulan.

Rudi juga menerapkan teknik kawin gilir. Dalam metode ini ayam betina dipaksa melayani 3 ekor pejantan. Penggiliran dilakukan secara berselang sekitar 2 â€" 3 jam. Melalui cara perkawinan seperti itu diharapkan peluang keberhasilan bisa diperbesar.

Meski ukuran tubuhnya kecil, serama termasuk jenis ayam bernafsu birahi tinggi. Ia tak gentar dan tak segan-segan jatuh cintrong kepada ayam berbadan lebih gede. Menurut Johan, peternak ayam dari Bekasi, serama mulai belajar kawin ketika berusia 3 bulan. Pejantan muda sehat harus bisa menyalurkan hasrat bercintanya sebanyak 6 â€" 8 kali setiap hari. Nafsu birahi serama memuncak ketika cuaca mendung, atau pagi dan sore hari.

Kesuburan ayam serama sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Cuaca terlalu dingin bisa menurunkan kemampuan ayam betina menghasilkan telur. Sebab sebagian besar pakan digunakan untuk produksi energi guna mempertahankan panas badan. Jadi, ayam serama yang dipelihara di daerah dingin harus memperoleh pakan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Semisal jagung.

Sebagai hidangan tambahan, Rudi selalu menyuguhkan menu tambahan berupa jangkrik, dan tauge kepada ayam-ayamnya. Setiap seminggu sekali Rudi juga memberi ayamnya vitamin E.

Cara praktis yang lain dilakukan oleh Albert Tan Swee Guan peternak ayam serama asal Selangor, Malaysia. Ia tak pernah memberi menu tambahan aneh-aneh kepada ayam peliharaannya. Menurut pria berkacamata tersebut, pakan ayam petelur saja sudah cukup. Pabrik sudah meracik pakan tersebut sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan ayam. Albert selalu memberi pakan 2 kali dalam sehari kepada ayamnya. Yaitu di pagi hari dan malam hari sekitar pukul 8. “Itu Chiken feed sudah dikaji sesuai untuk ayam, jadi you tak payah bagi apa-apa lagi,”terang pria tersebut dengan logat melayu.

Telur gagal menetas termasuk salah satu hambatan budidaya ayam serama. Dua kunci penting yang tak boleh dilupakan saat menetaskan telur ayam serama yaitu suhu dan kelembapan. Suhu penetasan tidak boleh melebihi atau kurang dari 37,5°C â€" 38°C. Kelembapan harus selalu disesuaikan dengan usia telur. Minggu pertama hingga minggu ke dua kelembapan diatur pada kisaran 65% â€" 70%. 2 â€" 3 hari menjelang menetas, kelembapan harus ditambah hingga kisaran 95% â€" 100%. Derajat kelembaban bisa diukur dengan Hygro meter. Piranti ini biasanya sudah ada pada alat penetas. Kondisi udara terlalu kering membikin kulit telur jadi keras. Akibatnya anak ayam kesulitan memecah cangkang telur. Kalau sudah seperti itu, anak ayam bisa mati lemas gara-gara tidak bisa bernafas.

Di arena lomba, ayam serama dapat tampil prima jika birahinya sedang memuncak. Oleh karena itu, seminggu sebelum ikut kotes ia tidak boleh melihat lawan jenisnya. Jadi taruhlah serama Anda di tempat yang terisolir. Umumnya nafsu birahi serama memuncak pada usia 4 â€" 6 bulan.

Bulu ayam serama yang terlalu sering kawin sering rusak. Sewaktu bercumbu serama betina gemar mematok bulu leher sang pacar. Alhasil bulu wiring itu banyak yang copot sehingga serama jantan jadi botak. Hal itu bisa dicegah dengan jalan melarang serama jantan berpacaran sebelum meraih prestasi.

Selain tidak boleh kawin, ayam serama unggulan juga tak boleh terlalu gaul. Ia dilarang terlalu sering bermain di halaman alias diumbar. Menurut Gusti M. Taufik, ayam yang kerap diumbar akan mandi pasir atau kipu. Nah, hal itulah yang memicu bulu jadi acak-acakan, patah, dan warnanya kusam. Mandi pasir juga bisa bikin sisik kaki copot dan patah. Yang lebih berbahaya lagi, dikawatirkan ayam akan memakan benda-benda berbahaya. Semisal pecahan kaca, dan karet. “Ayam saya pernah mendadak lemas. Lantas setelah saya potong ternyata di dalam temboloknya ada belingnya,” sahut Rudi salah satu pelopor ayam serama di Negeri ini.

Ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima di atas panggung. Ia tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung. Jadi ayam cebol ini harus tak jemu-jemu bergaya dan berkokok lantang di atas cat walk.

Cara melatih mental serama tidak susah. Sekitar 2 â€" 3 minggu sebelum kontes dia harus dibiasakan dengan panggung berkarpet. Basahi ayam mungil itu dengan sepotong lap. Setelah itu, taruhlah di atas meja yang diberi karpet berwarna hijau. Mengapa harus karpet berwarna hijau? Pasalnya benda tersebut sering dikira rumput. Jadi kalau ketika latihan ia sering tertipu oleh karpet hijau, diharapkan saat di panggung lomba ia ogah mematok-matok karpet lagi. Biar serama tidak kabur, tutuplah dengan kurungan. Setelah itu posisikan meja latihan di tempat yang panas.

Seusai dijemur ayam tidak boleh langsung diberi minum. Kalau hal itu dilanggar, ayam bisa diterjang penyakit ngorok. Wajahnya yang cerah mendadak berubah jadi pucat pasi. Taruhlah terlebih dulu ayam yang usai dijemur di tempat teduh selama 15 â€" 30 menit. Nah, setelah itu ayam baru boleh menegak segelas air segar.

Serama wajip menyantap porsi pakan pas dengan menu extra gizi. Vitamin E, Pospor dan Calsium sangat penting untuk merawat kecantikan bulu. Vitamin E banyak terkandung dalam minyak ikan. Sedangkan Calsium dan Pospor banyak terdapat dalam sotong alias kulit cumi. Extra fooding tersebut musti disuguhkan setiap hari.

Soal menu pakan serama, Rudi punya resep jitu yang layak ditiru. Setiap pagi ia selalu memberikan minuman bercampur Enervon C kepada seramanya. Ramuan tersebut harus habis sekali minum serta tidak boleh terkena terik matahari. Sebab, khasiatnya bisa hilang. Menu sarat gizi lain yang ia suguhkan yaitu 3 ekor jangkrik dan kroto. Jagung tidak boleh dihidangkan secara berlebihan. Sebab serama yang terlalu banyak menyantap jagung bisa cepat mengalami rontok bulu.

Selain penampilan menarik, serama juga harus memiliki bobot badan seringan mungkin. Jadi, diet harus diawasi secara ketat. Hindari pemberian pakan yang banyak mengandung lemak. 3 hari menjelang lomba, ayam serama disuguh beras merah atau gabah. Porsinya cukup 2 â€" 3 sendok makan saja. Menu itu diberikan 2 kali dalam sehari. Yaitu pada pagi dan sore hari.

Resep lain dimiliki Ajong penangkar ayam serama di bilangan Pulo Mas, Jakarta. Sebulan menjelang kontes serama hanya diberi pakan berupa gabah mini. Menu itu disodorkan dua kali sehari. Yaitu di pagi dan di sore hari.
Supaya bulu serama semakin nampak kinclong, ayam harus rajin berjemur. Acara mandi sinar matahari dilakukan mulai pukul 8 hingga pukul 10 pagi. Sebelum dijemur sebaiknya ayam dimandikan terlebih dulu. Bahkan kalau perlu setiap sebulan sekali ayam dikeramasi dengan shampo. Kegiatan ini harus dilakukan pada saat cuaca cerah. Seusai karmas, ayam segera dihanduki dan dijemur.

Manipulasi kecantikan ternyata tidak diharamkan di dunia hobi ayam serama. Supaya tampil elok di panggung, banyak serama yang menjalani perawatan kecantikan. Semisal meluruskan bulu pedang (bulu ekor terpanjang) dengan cara diolesi air jeruk nipis, operasi plastik untuk merapikan jengger, serta merapikan bulu sayap.

Serama yang tak pernah kawin sering menderita kelainan perilaku seksual Kondisi seperti itu banyak diderita oleh serama mantan jawara. . Waspadai dan latihlah ayam tersebut kawin dengan cara sopan dan benar. Di dunia perseramaan calon kontesan pantang kawin sebelum menang. Ayam cebol itu dipingit dan dilarang berpacara lebih dulu. Mereka digembleng serta musti rajin berlatih berpose di atas panggung.

Ketika ayam kerdil telah pensiun dari arena lomba dan hendak dikawinkan, pehobi baru bisa menemui akibat yang muncul karena ayam selalu dipingit. Semisal ayam menjadi terlalu bersemangat kawin. Ada juga yang terlalu cuek tak menggubris godaan serama betina.

Meskipun seekor ayam serama yang Anda pelihara hendak mengikuti lomba, bukan berarti serama tersebut tidak boleh kawin. Proses perkawinan dilakukan secara terjadwal dan tidak boleh terlalu sering. Ayam yang terlalu sering kawin bisa mengalami kerusakan bulu. Jika Anda tidak menginginkan bulu ayam jadi acak-acakan gara-gara kawin, taruhlah ayam tersebut dalam kandang umbaran beralas rumput.

Seekor serama mantan juara harus dikawinkan secara berhati-hati. Sebab jika hal ini dilakukan secara serampangan, keselamatan ayam betina bisa terancam. Menurut pengalaman Gusti M. Taufik, ayam serama yang belum pernah dikawinkan memiliki nafsu birahi yang luar biasa. Jika ayam cebol berkelamin jantan ini langsung dikawinkan tanpa perkenalan dan pemanasan lebih dulu, bisa menyebabkan ayam betina babak belur bahkan jiwanya melayang.

Tips dan trik melatih serama kawin yang sudah lama dipraktekkan Taufik layak ditiru. Nafsu birahi berlebihan dari ayam serama bisa diredakan dengan jalan memandikannya setiap pagi. Selain itu, berbagai menu yang bisa membangkitkan gariah kawin juga harus dikurangi. Pakan seperti itu umumnya mengandung protein dalam jumlah tinggi. Semisal pur, minyak ikan dan jagung.

Cara lain yang dilakukan oleh Taufik untuk mencegah perilaku seksual ayam serama yang brutal yaitu dengan jalan merangsang nafsu birahi pejantan dengan tangan. Langkah ini dilakukan sebelum pejantan dikawinkan. Umumnya serama jantan yang sedang ngebet kawin akan mengejar tangan setiap orang yang mendekatinya. “Tangan saya sering dikira ayam betina. Ayam pejantan tersebut langsung nangkring di atas tangan. Lantas cairan sperma berceceran di lengan saya,”jelas Taufik ketika ditemui di kediaman Rudi pelung.

Lakukanlah metode itu pada waktu pagi atau sore hari. Biarkan serama jantan melampiaskan nafsu birahinya di atas tangan Anda. Setelah itu beri waktu sekitar 10 â€" 15 menit untuk beristirahat, kemudian rangsang kembali ayam jantan tadi. Setelah menjalani 2 â€" 3 kali rangsangan buatan, serama jantan baru boleh kawin. Nah, cara tersebut bisa membuat serama jantan menjadi lebih mesra saat mengajak bercinta sang Betina.

Metode lain yang dilakukan oleh Taufik untuk melatih ayam serama kawin yaitu dengan jalan menaruh kedua ayam yang akan dijodohkan dalam kandang terpisah. Sangkar calon mempelai itu tidak boleh terlalu berdekatan dulu. Setelah perilaku ayam jantan nampak tidak ugal-ugalan lagi, sangkar itu baru boleh didekatkan. Nah, mereka baru bisa dicampur jika sudah nampak akur.

Korban jiwa bisa dicegah dengan jalan menjodohkan ayam serama jomblo dengan serama betina siap kiawin. Umumnya ayam betina siap kawin ditandai dengan perilaku jongkok sewaktu dipegan punggungnya. Induk betina seperti itu tidak terlalu banyak cing-cong dan pasrah ketika diajak bercinta. Jika Anda masih khawatir dengan perilaku urakan serama jantan, pegang induk betina lalu sodorkan berlahan-lahan ke depan serama jantan. Teknik kawin paksa seperti ini disebut sebagai kawin dodokan.

Lain halnya dengan Hengki Kumis, hobiis ayam serama di Jakarta, menurutnya ayam serama yang tidak pernah dikawinkan sejak kecil bisa menderita penurunan gairah seksual. Ayam seperti ini tidak akan mudah tertarik dengan lawan jenisnya. Bahkan ketika dicampur, tanpa basa-basi ia langsung menghajar serama betina secara membabi-buta.

Ayam loyo bisa dirangsang dengan menu kaya protein dan mengandung bahan penghangat badan. Semisal kecambah, vitamin E dan Jahe. “Biar hangat jahe disuguhkan setiap malam. Dosisnya cukup sebesar kelingking jari saja. Tauge dihidangkan pada siang hari,” terang Hengki.

Pejantan serama yang loyo juga harus dibiasakan bergaul dengan serama betina. Campurlah mereka dalam sebuah kandang umbaran berukuran 1,5 m x 3 m. Tiap kamar dihuni 1 pejantan dan 2 â€" 3 ekor betina. Kira-kira dua minggu kemudian, serama jantan tadi sudah “gaul” dan senang mejeng.

Tinggalkan komentar anda tentang Cara Budidaya Ayam Serama

Posted by putu | di 11.28 | 1 komentar

Macam - Macam Penyakit dan Pantangannya


Informasi terbaru Macam - Macam Penyakit dan Pantangannya Macam - Macam Penyakit dan Pantangannya, Selain untuk bertahan hidup, makanan juga dapat menjadi musuh jika seseorang menderita penyakit. Menghindari makanan yang dipantangkan adalah cara terbaik yang dapat dilakukan penderita berbagai macam penyakit.

Menjauh dari makanan yang dipantangkan adalah langkah pencegahan agar penyakit yang diderita tak sering-sering kambuh yang bisa menggangu aktifitas sehari-hari. Berikut adalah jenis penyakit dan pantangannya, seperti dikutip dari eHow dan BBCNews, healthandage, Kamis (11/3/2010).

1. Jantung
Hindari makanan yang berlemak, seperti daging, jeroan, minyak santan serta makanan yang mengandung banyak garam.

2. Hepatitis A
Hindari buah-buahan dan sayuran mentah, terutama yang tidak bisa dikupas. Hindari kerang mentah, tiram, remis, mayones, keju, krim, yogurt dan hindari makan ikan dari perairan yang berpotensi terkontaminasi.

3. Anemia
Kurangi konsumsi kafein dan alkohol karena bisa mengikat darah. Makan makanan yang kaya zat besi seperti apel, pisang, aprikot, plum, asparagus, labu, ubi rambat, brokoli dan sayuran berdaun hijau, daging merah, tahu dan biji-bijian.

4. Diabetes
Hindari konsumsi makanan yang mengandung gula, tepung dan tinggi karbohidat. Juga hindari buah-buahan seperti durian, air kelapa, pisang ambon.

5. Kanker
Hindari makanan yang banyak mengandung akrilamida, yang terdapat pada makanan yang dipanggang dan digoreng seperti kentang goreng, keripik, roti goreng, biskuit, kerupuk dan sarapan sereal.

6. Liver
Hindari makanan yang mengandung banyak protein seperti daging, susu, kacang-kacangan, dan produk kedelai. Juga hindari makanan yang mengandung banyak garam.

7. Asma
Hindari makanan yang menyebabkan produksi lendir berlebih seperti susu, keju dan produk susu lainnya, gula putih, tepung putih, roti putih dan coklat. Hindari juga makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi seperti telur, susu, gandum, ikan, kerang, kacang-kacangan, kedelai dan kacang tanah, serta makanan yang mengandung sulfida seperti acar, sayuran dan buah-buahan kering, dan udang.

8. Maag
Hindari konsumsi kafein, makanan pedas, makanan pedas seperti daging dan jeroan, minuman berkarbonasi, susu, jeruk, dan tomat.

9. Migrain
Hindari konsumsi rokok, minuman beralkohol, kopi, cokelat dan produk-produk cokelat, teh hitam dan hijau dan minuman ringan. Hindari juga makanan dengan bahan pengawet dan aditif seperti MSG ((monosodium glutamat), kaldu ekstrak, atau produk protein nabati terhidrolisis dengan label yang menyebutkan "rasa alami".

10. Wasir
Jangan makan makanan yang bersifat panas dan mengandung lemak (penyebab sembelit) seperti makanan pedas, daging, jeroan, dan juga junk food. Makanlah makanan yang mengandung banyak serat, seperti sayuran, roti gandum, buah, sereal, dan kacang-kacangan.

11. Sinusitis
Hindari makanan yang digoreng, tepung makanan, gula putih, tepung terigu, beras, pai, rempah-rempah yang kuat, daging dan produk daging.

12. Autis
Hindari makanan yang mengandung protein gluten seperti gandum, oat, barley, makanan kasein pada susu, pancake, pemanis buatan.
13. Rematik
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan produk daging, kerupuk jengkol, mentega, krim, sosis, daging ham, telur, dan semua produk susu.
14. Tifus
Hindari makanan berserat tinggi seperti gandum utuh dan biji-bijian. Juga hindari kacang mete mentah, kubis, paprika, lobak, bawang putih, bawang merah, rempah, acar, makanan yang digoreng, daging, semua jenis buah-buahan mentah kecuali pisang dan pepaya.

15. Malaria
Makanan yang harus dihindari adalah kopi, teh kental, makanan olahan, saus, bumbu masak, acar, gula, tepung putih, minuman beralkohol, dan semua produk daging.

16. Keputihan
Hindari makanan yang dapat merangsang lendir seperti nanas, ketimun, telur, dan udang.

17. Osteoporosis
Hindari makanan berlemak seperti daging, susu, santan, margarin, hotdog, hamburger, kopi dan minuman berkafein, coklat, dan minuman berkarbonasi.
18. Epilepsi
Hindari makanan yang mengandung glutamin (asam amino yang dapat menyebabkan serangan epilepsi) seperti biji-bijian, gandum, oat, susu yang kadar glutamin tinggi, kacang-kacangan, kedelai, dan produk daging terutama daging kelinci.

19. Demam Berdarah
Hindari makanan cepat saji (junk food), makanan berlemak seperti daging, santan, susu tinggi lemak. Perbanyak konsumsi buah dan air putih.

20. Prostat
Hindari minuman berkafein seperti kopi, makanan pedas, makanan lemak terutama daging merah, dan juga alkohol.

Tinggalkan komentar anda tentang Macam - Macam Penyakit dan Pantangannya

Posted by putu | di 23.40 | 0 komentar

Sandhy Sondoro Pengamen Jalanan Indonesia Idola Jerman


Informasi terbaru Sandhy Sondoro Pengamen Jalanan Indonesia Idola Jerman Sandhy Sondoro Pengamen Jalanan Indonesia Idola Jerman, Banyak seniman musik besar bersliweran di ajang Jakarta International Java Jazz Festival 2010. Dari pengusung warna musik jazz murni, hingga Rn'B, fushion, soul, sampai pop. Dari nama John Legend, Toni Braxton, Kenny ''Babyface'' Edmon, Suolbop Special Edition, hingga Ole Patiselano, Eric Bennet, Griffith Frank, Manhattam Transver sampai Java Jazz Band.

Namun diantara berderet nama gagah dan angker itu, ada satu nama yang tiba-tiba seperti mencuri perhatian publik. Dia adalah Sandhy Sondoro, pemuda Indonesia yang sejak SMA mempertaruhkan nasibnya di Jerman. Sepuluh tahun dalam pengembaraannya, keponakan Ira Maya Sopha kelahiran 28 tahun lalu itu, langsung menarik perhatian publik musik Jerman pada khususnya, dan Eropa pada umumnya.

Pengamen jalanan yang memainkan tulang musik pop balada, folk, soul, dan jazz itu, pernah menduduki rangking kelima kontes pamer suara di ajang German Idol pada 2007. Setelah itu, berderet pretasi terus diukirnya.

Seperti mendapatkan kontrak dengan label Revolver Record di kota Berlin, Jerman, untuk merilis album perdana berbahasa Inggris bertajuk Why Don't We. Album perdananya itu, sebagaimana dikatakannya setelah memamerkan kemampuan musikalitasnya di Dji Sam Soe Flavor Lounge, pada hari perdana JIJJF Jum'at lalu, tak berapa lama setelah John Legend menjadi magnit utama di hari pertama festival, diedarkan untuk pasar Eropa, dan Amerika.

''Di luar perkiraan saya, ternyata tanggapan publik musik di sana, positif,'' katanya.

Nama Sandhy makin diperbincangkan ketika pada medio 2009 silam, dia menjadi jawara pertama New Wave 2009 di Jurmala, Latvia. New Wave 2009 adalah ajang menyanyi ''gelombang baru'', yang dinilai oleh 12 dewan juri, yang komposisinya terdiri dari musisi, dan pelaku industri musik di Rusia. Dia mengenangkan, pada saat itu, 11 dewan juri memberinya angka sempurna, 10. Sedangkan seorang dewan juri memberinya nilai sembilan.

Bentuk dari kemenangannya itu, dia mendapatkan kontrak untuk melakukan tur di Eropa Timur. Dari situlah, nama pemuda yang mengaku menjadi ''makmum'' Ray Charles itu, semakin tidak terbendung. Sehinggga membuat Eq Puradiredja, salah satu kurator JIJJF 2010 memaksanya untuk pulang kampung, dan menunjukkan kemampuannya.

Bukti betapa namanya sudah lekat dengan para penggemar musik new wave, makin nyata ketika pada Sabtu malam itu, Di A2 Electric & Fushion Hall, Glen Fredly ''yang punya gawe'' mengundangnya ke atas panggung untuk melakukan trio bersama Endah N Rhesa.

Setelah itu, di B1 Hall Hip Artist, lagi-lagi ''bintang yang sedang happening'' itu unjuk kemampuan. Pada malam terakhir penyelenggaraan festival jazz yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia, paling tidak dari segi jumlah penontonnya itu, lagi-lagi Sandhy Sondora mempertunjukkan bakat besarnya bersama Diane Warren, Tyler Hamilton, Kelly Lavesque, dan Dira J. Sugandhi menembangkan ''Nothing Can't Stop Us Now''.

Apakah pemuda yang gemar menenteng gitar bolong itu akan benar-benar besar namanya pada saatnya nanti? Sejarah menunggunya.

Tinggalkan komentar anda tentang Sandhy Sondoro Pengamen Jalanan Indonesia Idola Jerman

Posted by putu | di 11.58 | 0 komentar